Assalamualaikum Warahmatullahi Wabaraktuh | Selamat Datang Di Blognya Tambihun Linafsi | Tempatnya Berbagi Ilmu Yang Bermanfaat dan Bisa Dimanfaatkan

Profile Facebook Twitter My Space Friendster Friendfeed You Tube
Kompas Tempo Detiknews
Google Yahoo MSN
Blue Sky Simple News Simple News R.1 Simple News R.2 Simple News R.3 Simple News R.4

Kisah Israa Nabi Besar Muhammad SAW

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ (١)
Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.

(Q.S.Al-Israa’:1)

Isra’ Mi’raj adalah peristiwa luar biasa yang dialami Rasulullah Saw pada malam 27 Rajab begitu luar biasanya sehingga Allah mengfirmankan kejadian itu dalam sebuah ayat yang menjadi petunjuk kebenaran mengenai kejadian tersebut, dan mengenai qisoh isra sendiri diriwayatkan bahwa Pada suatu malam Nabi Muhammad SAW berada di Hijir Ismail dekat Ka'bah al Musyarrofah, (Dalam riwayat lain disebutkan suatu malam terbuka atap rumah Beliau saw, kemudian turun Jibril AS)l saat itu Nabi Muhammad SAW sedang rebahan datanglah malaikat Jibril dan malaikat Mikail beserta para malaikat yang lainnya, Malaikat jibril menggendong Nabi Muhammad menuju ke sumur zam-zam (sebelumnya Nabi Muhammad dibuat tidak sadar), sesampainya di sumur zam-zam Nabi Muhammd di terlentangkan oleh malaikat Jibril, Menurut salah satu riwat mengatakan “Malaikat Jibril membedah dada Nabi Muhammad dari tenggorokan sampai ke lambung” kemudian malaikat Jibril memerintahkan kepada malaikta Mikail untuk mengambilkan sebuah tempat berisikan air zamzam untuk mencuci hati Nabi Muhammad, malaikat jibril mencuci hati Nabi Muhammad sebanyak tiga kali kemudian malaikat Jibril mengambil kotoran-kotoran yang ada dalam hati Nabi Muhammad, (perlu diketahui bahwa penyucian ini bukan berarti hati Nabi kotor, tidak !, justru Nabi sudah diciptakan oleh Allah dengan hati yang paling suci dan mulya, hal ini tidak lain untuk menambah kebersihan diatas kebersihan, kesucian diatas kesucian, dan untuk lebih memantapkan dan menguatkan hati beliau, karena akan melakukan suatu perjalanan maha dahsyat dan penuh hikmah serta sebagai kesiapan untuk berjumpa dengan Allah SWT).
malaikat mikail bolak balik mengambil air jamzam sebanyak tiga kali kemudian malaikat Mikail membawakan sebuah tempat yang terbuat dari emas berisikan hikmah dan iman, malaikat jibril pun menuangkan isi tempat tersebut kedalam hatinya Nabi Muhammad maka penuhlah hati Nabi Muhammd Saw dengan halim (haris/kasih sayang/bijaksan/kesabaran), ilmu, keyakinan dan keislaman, setelah proses pemebedahan selesai Malaikat Jibril menutup kembali dada Nabi Muhammad dan membalikan badannya kemudian mnyetempel diantara blikat nabi bagian kiri dengan setempel kenabian.
Kemudian malaikat Jibril mendatangkan se ekor Buroq lengkap dengan pelana dan kendalinya, untuk ditunggangi Nabi Muhammad dalam perjalan Isra wal Mi'raj, burok adalah se eokor binatang yang berwarna putih tingginya lebih tinggi dari himar dan pendeknya lebih pendek dari baghal/keledai dia letakkan telapak kakinya sejauh mata memandang, panjang kedua telinganya, jika turun dia mengangkat kedua kaki depannya, jika naik dia mengangkat kedua kaki belakangnya dalam riwayat di tulis (jika turun kaki depan memanjang dan jika naik kaki belakang memanjang) buroq diciptakan dengan dua sayap pada sisi pahanya untuk membantu kecepatannya, bisa kita bayangkan seperti apa binatang tersebut masalahnya dalam riwayat tidak disebutkan secara jelas, burok tersebut senang bukan kepalang ketika dbawa oleh malaikat Jibril untuk menemani perjalanan isranya nabi Muhammad sampai-sampai burok pun lupa dengan siapa dia berhadapan saking bahagianya burok pun locat-loncat dan jingkrak-jingkrakan Nabi Muhammad merasa kesulitan saat hendak menaikinya malaikat jibril merasa tidak nyaman melihat momen tersebut segera malaikat jibril mnghampiri sang burok dan mengusap wajah sang buroq seraya berkata, “Wahai buroq, tidakkah kamu merasa malu, demi Allah tidak ada Makhluk Allah yang menaikimu yang lebih mulya daripada dia (Rasulullah)” mendengar ucapan malaikat Jibril As buroq pun diam tersipu malu, keringat dingin mengucur dari sekujur tubuh sang burok, burok terdiam seribu bahasa, menurut salah satu sumber cerita para nabi yang lainpun pernah menaiki burok, bahkan menurut Sangid ibnu Musayibi menceritakan bahwa burok adalah kendaraannya Nabi Ibrahim As, ketika Nabi Ibrahim pergi ke Baitul Harom Nabi Ibrahim menaiki Burok.
Berangkatlah rombongan Nabi Muhammad saw, dalam perjalanan, Jibril menemani disebelah kanan beliau, sedangkan Mikail di sebelah kiri, menurut riwayat Ibnu Sa'ad, Jibril memegang sanggurdi pelana buroq, sedang Mikail memegang tali kendali.
(Mereka terus melaju, mengarungi alam Allah SWT yang penuh keajaiban dan hikmah dengan Inayah dan RahmatNya), di tengah perjalanan mereka berhenti di suatu tempat yang dipenuhi pohon kurma, lantas malaikat Jibril berkata: "Turunlah disini dan sholatlah", setelah Beliau sholat, Jibril berkata: "Tahukah anda di mana Anda sholat?", "Tidak", jawab beliau, Jibril berkata: "Anda telah sholat di Thoybah (Nama lain dari Madinah) dan kesana anda akan berhijrah".
Kemudian buroq berangkat kembali melanjutkan perjalanan, secepat kilat dia melangkahkan kakinya sekejap mata, tiba-tiba Jibril berseru: "berhentilah dan turunlah anda serta sholatlah di tempat ini!", setelah sholat Jibril kembali berkata: "Tahukah anda di mana Anda sholat?", "Tidak", jawab beliau, Jibril berkata: "tadi anda sholat di Madyan, di sisi pohon dimana dahulu Nabi Musa As bernaung dibawahnya dan beristirahat saat dikejar-kejar tentara Firaun.

Dalam perjalanan selanjutnya Nabi Muhammad turun di Thur Sina', sebuah lembah di Syam, tempat dimana Nabi Musa berbicara dengan Allah SWT, beliau pun sholat di tempat itu. Kemudian beliau sampai di suatu daerah yang tampak kepada beliau istana-istana Syam, beliau turun dan sholat disana. Kemudian Jibril memberitahukan kepada beliau dengan berkata: "Anda telah sholat di Bait Lahm (Betlehem, Baitul Maqdis), tempat dilahirkan Nabi Isa bin Maryam".

Selanjutnya dalam perjalanan, tiba-tiba beliau melihat Ifrit dari bangsa Jin yang mengejar beliau dengan semburan api, setiap Nabi menoleh beliau melihat Ifrit itu. Kemudian Jibril berkata: "Tidakkah aku ajarkan kepadamu beberapa kalimat, jika kamu baca maka akan memadamkan apinya dan terbalik kepada wajahnya lalu dia binasa?" Kemudian Jibril AS memberitahukan doa tersebut kepada Rasulullah
(اعوذبوجه الله الكريم وبكلمات الله التامات التى لاتجاوزهن برولافاجر من شرّماينزل من السماء ومن شرّما يعرج فيها ومن شرّماذرا فى الارض ومن شرّما يخرج منهاومن فتن الليل والنهار ومِن طوارق الليل والنهار الا طارقا يطرق بخيريارحمن)
Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan sampai akhirnya bertemu dengan suatu kaum yang menanam benih pada hari itu dan langsung tumbuh besar dan dipanen hari itu juga, setiap kali dipanen kembali seperti awalnya dan begitu seterusnya, "Wahai Jibril, siapakah mereka itu?" Jibril menjawab:" mereka adalah para Mujahid fi sabilillah, orang yang berperang di jalan Allah (mebela agama Allah, berdakwah menyiarkan ajaran Allah dan mati syahid di jalan Allah), kebaikan mereka dilipatgandakan sampai 700 kali lipat.

Kemudian beberapa saat kemudian beliau mencium bau wangi semerbak, beliau bertanya: "Wahai Jibril bau wangi apakah ini?", "Ini adalah wanginya Masyithoh, wanita yang menyisir anak firaun, dan anak-anaknya", jawab Jibril AS. Masyitoh adalah tukang sisir anak perempuan firaun, ketika dia melakukan pekerjaannya tiba-tiba sisirnya terjatuh, spontan dia mengatakan: "Bismillah, celakalah Firaun", mendengar ini anak Firaun bertanya: "Apakah kamu memiliki Tuhan selain ayahku?", Masyithoh menjawab: "Ya". Kemudian dia mengancam akan memberitahukan hal ini kepada Firaun. Masyitohpun dihadapkan kepada Raja yang Lalim itu, firaun berkata: "Apakah kamu memiliki Tuhan selain aku?", Masyithoh menjawab: "Ya, Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah". Mengetahui keteguhan iman Masyithoh, kemudian Firaun mengutus seseorang untuk menarik kembali Masyitoh dan suaminya yang tetap beriman kepada Allah agar murtad dan beriman kepad firaun, jika tidak maka mereka berdua dan kedua anaknya akan disiksa, tapi keimanan masih menetap di hati Masyithoh dan suaminya, justru dia berkata: "Jika kamu hendak membinasakan kami, silahkan, dan kami harap jika kami terbunuh kuburkan kami semua dalam satu kuburan". Maka Firaun memerintahkan agar disediakan kuali raksasa dari tembaga yang diisi minyak dan air kemudian dipanaskan, setelah betul-betul mendidih, dia memerintahkan agar mereka semua dilemparkan ke dalamnya, satu persatu mereka syahid, sekarang tinggal Masyithoh dan anaknya yang masih menyusu berada dalam dekapannya, kemudian anak itu berkata: "Wahai ibuku, lompatlah, jangan takut, sungguh engkau berada pada jalan yang benar", kemudian dilemparkanlah masyitoh dan anaknya kedalam kuali raksasa yang berisikan minyak yang mendidih,

Kemudian di tengah perjalanan, Nabi Muhammad SAW juga bertemu dengan sekelompok kaum yang menghantamkan batu besar ke kepala mereka sendiri sampai hancur, setiap kali hancur, kepala yang remuk itu kembali lagi seperti semula dan begitu seterusnya.melihat keanehan itu Nabi bertanya "Wahai Jibril, siapakah mereka itu?" Jibril menjelaskan mereka adalah manusia yang merasa berat untuk melaksanakan kewajiban sholat fardu.

Kemudian di tengah perjalanan, Nabi Muhammad SAW juga bertemu dengan sekelompok kaum yang memakan duri zakum dan batu yang sedang membara dari api neraka dengan lahapnya layaknya seekor unta atau kambing yang sedang kelaparan dan menyantap rumput hijau, melihat keanehan tersebut Nabi Muhammad SAW bertanya kepada Jibril, “ Ya jibril orang sepertia apakah itu?,” Jibril mejelaskan, itu adalah orang yang semasa hidupnya tidak pernah menunaikan zakat sedangkan Allah memberikan rizqi berlimpah kepadanya, seperti itulah Allah memberikan azab kepada orang-orang yang kikir,

Kemudian Nabi Muhammad SAW juga bertemu sekelompok kaum, di hadapan mereka ada daging yang baik yang sudah masak dengan aroma yang lezat, sementara di sisi lain ada daging yang mentah lagi busuk dan mengeluarkan aroma yang tidak enak, tapi ternyata mereka lebih memilih untk menyantap daging yang mentah lagi busuk, ketika Rasulullah menanyakan perihal ini, Jibril menjawab: "Mereka adalah manusia yang sudah mempunyai isteri yang halal untuknya, tapi dia justru berzina (berselingkuh) dengan wanita yang tidak halal, dan begitupula mereka adalah para wanita yang mempunyai suami yang halal baginya tapi justru dia mengajak laki-laki lain untuk berzina dengannya".

Dalam perjalannanya Nabi Muhammad SAW, di kejutkan oleh pemandangan yang aneh Nabi Muhammad SAW melihat seorang lelaki yang sedang mengumpulkan ikatan kayu bakar dan kemudian kayu tersebut diangkatnya tpi tenaga lelaki itu tidak kuat untuk mengangkat beban seberat itu anehnya laki-laki itu malah menambahkan lagi bobot yang ia bawa kemudian mencoba mengangkatnya dan begitu seterusnya. Nabi Muhammad SAW bertanya kepada malaikat jibri AS “ ya jibril siapak dia?”, jibril menjawab “dia adalah orang dari golongan umatmu yang tidak bias menyampaikan amanh, begitu dia menerima pesan tak pernah ia samapaikan samapi menumpuk amanh yang ia terima.

Nabi Muhammad SAW juga bertemu dengan sekelompok orang yang sedang menggunting bibir dan lidahnya hingga terputus nabi bertanya pada Malaikat Jibril AS, Jibril AS pun menjelaskan bahwa orang itu semasa hidupnya suka memfitnah menggibah (membicarakan aib sesame) dan mengadu dmba.

Ketika beliau melanjutkan perjalanan, tiba-tiba seseorang memanggil beliau dari arah kanan: "Wahai Muhammad, aku mohon kepadamu lihatlah aku", tapi Rasulullah tidak memperdulikannya. Nabi Muhammad SAW bertanya kepada Jibril “siapa orang itu?”Kemudian Jibril menjelaskan bahwa itu adalah panggilan Yahudi, seandainya Nabi Muhammad SAW menjawab panggilan itu maka umat Nabi Muhammad SAW akan menjadi Yahudi. Begitu pula beliau mendapat seruan serupa dari sebelah kirinya, yang tidak lain adalah panggilan nashrani, namun Nabi tidak menjawabnya. Walhamdulillah.

Kemudian tiba-tiba muncul di hadapan beliau seorang wanita dengan segala perhiasan di tangannya dan seluruh tubuhnya, dia berkata: "Wahai Muhammad lihatlah aku", tapi Rasulullah tidak menoleh kepadanya, Jibril berkata: "Wahai Nabi itu adalah dunia, seandainya anda menjawab panggilannya maka umatmu akan lebih memilih dunia daripada akhirat".

Demikianlah perjalanan ditempuh oleh Nabi Muhammad SAW dengan ditemani Jibril dan Mikail, begitu banyak keajaiban dan hikmah yang beliau temui dalam perjalanan itu sampai akhirnya beliau berhenti di Baitul Maqdis (Masjid al Aqsho). Beliau turun dari Buraq lalu mengikatnya pada salah satu sisi pintu masjid, yakni tempat dimana biasanya Para Nabi mengikat buraq di sana.

Kemudian Nabi Muhammad SAW masuk ke dalam masjid bersama Jibril AS, masing-masing sholat dua rakaat. Setelah itu sekejab mata tiba-tiba masjid sudah penuh dengan sekelompok manusia, ternyata mereka adalah para Nabi yang diutus oleh Allah SWT. Kemudian dikumandangkan adzan dan iqamah, lantas mereka berdiri bershof-shof menunggu siapakah yang akan mengimami mereka, kemudian Jibril AS memegang tangan Rasulullah SAW lalu menyuruh beliau untuk maju, kemudian mereka semua sholat dua rakaat dengan Rasulullah sebagai imam. Beliaulah Imam (Pemimpin) para Anbiya' dan Mursalin.

Setelah itu Rasulullah SAW merasa haus, lalu Jibril membawa dua wadah berisi khamar (minama yang memabukkan) dan susu, Rasulullah memilih wadah berisi susu lantas meminumnya, Jibril berkata: "Sungguh anda telah memilih kefitrahan yaitu al Islam, jika anda memilih khamar niscaya umat anda akan menyimpang dan sedikit yang mengikuti syariat anda".

Kemudian setelah beliau menyempurnakan segalanya, maka tiba saatnya beliau melakukan mi'raj yakni naik bersama Jibril menembus langit satu persatu sampai akhirnya berjumpa dengan Khaliq-Nya. Bagaimana dan apa saja yang beliau temui pada Mi'raj ini sampai akhirnya beliau kembali ke Makkah, Insya Allah akan kang Anip paparkan pada edisi berikutnya.
cerita ini kang anip ambil dari kitab dardir salah satu kitang yang menceritakan tentag kisah israa miraj

12 comments:

King Money mengatakan...

Subhanallohu....
Sungguh Allah Maha besar..

Catatan Kecilku mengatakan...

Subhanallah...
ana sampai merinding membaca artikel kang hanip ini.
Allahu akbar... Allahu akbar... Allahu akbar!!!

Perjalanan Rasul yang begitu bermakna, tak akan pernah terlupa...

Sukses selalu ya kang Hanip...

Salam blogger

BeDa mengatakan...

Isra' mi'raj adalah salah satu mukijzat Rasulullah SAW. Banyak umat ISlam yang hafal cerita Isra' Mi'raj namun tidak menyadari bahwa masjid Al-Aqsa yang dijadikan tempat Isra' kini berada di bawah cengkeraman zionis, yahudi. Semoga dengan membaca artikel ini kita memiliki semangat untuk lebih memperjuangkan ISlam, termasuk berkontribusi dalam pembebasan Al Aqsa

Salam ukhuwah

Muhammad Fakhrial Zld mengatakan...

Sungguh keimanan itu intinya adalah membenarkan dan percaya serta pasrah terhadap semua yang dibawa dan diberitakan Nabi Muhammad SAW, sebab beliau tidak mungkin berbohong apalagi berkhianat dalam Risalah dan Dakwah beliau. Beliaulah Nabi yang mendapat gelar Al Amiin (dipercaya), Ash Shoodiq (selalu jujur) dan Al Mashduuq (yang dibenarkan segala ucapannya). Shollallahu ‘alaihi wa aalihi wa sallam.

M . Hendri Wibowo mengatakan...

subhanallah............

Beben Koben mengatakan...

share lagi enggak yak di FB...xixixi

Viyan Pradita mengatakan...

jadi rajin membaca neh ^^ Kebesaran Alloh ^^

Anonim mengatakan...

makasih kang atas pelajarannya Kisah Israa Nabi Besar Muhammad SAW ... sangat berguna buat saya

Anonim mengatakan...

kang, saya kurang ngerti dengan artikel ini. bukankah perintah sholat di dapat setelah mi'raj. kenapa dalam artikel di atas Nabi Muhammad S.A.W sudah melakukan sholat sewaktu isra' ?

Kun Hernowo Putra mengatakan...

Menunggu Cerita Mi'raj

Anonim mengatakan...

SUBHANALLAH, maha besar ALLAH SWT, begitupun nabi muhammad saw, beliau adalah manusia yang sangat luar biasa,hamba allah swt yang dicintai allah swt
. salam persaudaraan, agus supriadi_06

Anonim mengatakan...

Habib :
\

Mudah2 kita sebagai orang ISLAM percaya atas di ISro dan Di Miraj kan ea Kanjeng Nabi Muhammad Saw ...
karna klo kita tidak percaya atas ada ea

ISRO MAKA KITA TERMASUK ORANG YANG KUFUR
SEDANGKAN KLO MIRAJ MAKA KITA TERMASUK ORANG YANG PASIK ...
MUDAH2 KITA SEBAGAI ORANG ISLAM PERCAYA ATAS DI ISRO DAN DI MIRAJ KAN EA KANJENG NABI MUHAMMAD Saw ...
agar kita termasuk orang2 yang beriman


by :Habib S'Santri

Poskan Komentar

Tinggalkan Pesan Anda

 
Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by Herdiansyah Hamzah | Published by Jurnalborneo.com
Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.